Pages

Monday, February 20, 2012

Waktunya Bersyukur

Belajar untuk bisa memahami bahwa apa yang kita miliki ini , apa yang kita dapatkan , apa yang telah diberikan Allah SWT kepada kita tidaklah semudah ketika  kita meminta , semudah ketika kita mengeluh ,dan semudah ketika kita merasa serba  kekurangan.
 Mengatakan kata syukur” Alhamdulillah” itu mudah , tapi mengaplikasikannya dihati agar tertanam kuat tanpa ada keluhan itu sangat sulit.. sangat sulit.!!
Padahal jika kita mencoba untuk membuat debet kredit dari apa yang kita dapat dan apa yang kita berikan kepada sang Khaliq maka kita tidak akan pernah menemukan hitungan yang balance dalam kehidupan kita ini. Karena pada kenyataannya kita selalu dalam posisi tangan dibawah dan senantiasa menengadahkan tangan untuk selalu meminta kepada allah , baik dalam bentuk doa , keluhan , pernyataan ataupun tuntutan. Sedangkan ibadah kita untukNya , jangan ditanya . belum apa-apa kan?

Kita senantiasa merasa miskin..
Siapa bilang kamu miskin?
Kamu punya otak untuk berpikir , ide yang lahir dari otak kita itu mahal . Karena ide dalam men”create “ sesuatu itu ada harganya. Kamupun punya 2 kaki yang baik-baik saja. Berapa harga sepotong kaki palsu? Kamu punya ginjal , Berapa orang yang menghabiskan berjuta-juta bahkan puluhan juta untuk cuci darah tiap bulannya? Tanpa kamu memakai emas dan berlian pun , tanpa kamu memakai pakaian mahal yang bermerkpun, Allah sebenarnya telah menjadikan dirimu Insan yang Kaya. Bahkan sejak  kamu pertama  muncul dipermukaan bumi ini.

Kita senantiasa merasa tidak beruntung.
Siapa bilang kamu tidak beruntung? Keberutungan terbesarmu adalah ketika kamu adalah seorang muslim. Allah beri kesempatan kamu menjadi insane yang diazan dan diiqomatkan ketika baru lahir. Allah beri kesempatan kamu tumbuh dilingkungan islam  tanpa kamu harus berusaha dengan keras untuk mencari hidayah . karena kenyataannya hidayah itu hanya bagi orang-orang tertentu saja.masih kurangkah itu? Haruskah kamu menang jackpot undian atau voucher gratis agar kamu bisa keliling dunia dan merasakan kenikmatan dunia lainnya.

Kita senantiasa merasa tidak cantik dan tidak ganteng
Siapa bilang kamu tidak cantik/ ganteng?  Allah sendiri menjamin bahwa manusia itu adalah sebaik-baiknya bentuk (makhluk) , masih beranikah kita mengatakan seseorang itu jelek? Padahal ketika kita menghina suatu penciptaan berarti  kita menghina penciptanya. Seberapa hebat kita?Seberapa pantas kita menghina dan menilai hasil ciptaan Allah.  Apakah kita sudah bisa membuat seperti apa yang dibuat allah? Tentu tidak kan sobat?

Apa salahnya dengan orang yang gemuk? kurus? hitam? putih? jelek? jerawatan? pesek? mancung? tidak ada yang salah . Cuma saja ada ketentuan nasib  dari Sang Pencipta atas orang –orang itu , dan itu semua tidak sia-sia. Yakinlah ada hikmah dibalik kekurangan yang diberikan Allah (karena telah disediakan kelebihan dalam hal lain untuk mengimbangi kekurangan itu).
Apa yang bisa kita lakukan sekarang??? Banyaklah bersyukur di mulut dan dihati . karena SYUKUR itu adalah hal BESAR yang kadang terkesan KECIL karena sering DILUPAKAN. J

Tuesday, February 14, 2012

KARANGAN BUYUNG


Ini kisah tentang Si Buyung. Bocah 4 tahun yang bersekolah di TK Pertiwi kelas nol besar. Buyung mendapatkan tugas mengarang dari Bu guru Upik. Guru TK yang paling cantik , baik dan yang paling disukai si Buyung. Buyung sangat bersemangat menulis karangan. Dia ingin memperoleh nilai tertinggi supaya Bu Upik bangga kepadanya (kalau ingat itu , Buyung langsung membayangkan wajah Bu Upik yang cantik  dengan jilbab biru dan senyuman yang sangat mempesona ).
         Sepulang dari sekolah Buyung langsung lari ke kamar dan duduk di meja belajar. Dia langsung membuat karangan.

5 Menit pertama……
Kertas yang ada di drpan si buyung masih belum ada coretan atau tulisan.

10 menit pertama……
Sudah ada dua kertas yang diremukkan dengan paksa dibawah meja belajar si Buyung.

1 jam kemudian
Puluhan kertas berserakan di atas meja dan Buyung berteriak tak jelas dan mengacak-acak rambutnya.

1 jam berikutnya
Si buyung malah ketiduran .

1 jam kemudian…
Tiba-tiba saja si Buyung terbangun dan langsung menulis entah darimana dia mendapatkan ilham (mungkin dari mimpinya tadi) .

1 jam berikutya
“Kriuukk…!!” perut si bujang berdendang .Gara-gara keasyikan menulis Si Buyung lupa makan siang. Si Buyung terus menulis hingga akhirnya karangannnya ditutup dengan kata SELESAI.

Keesokan  harinya ketika pembagian lembaran tugas mengarang…
 “Buyung”
“ya , bu!”
Buyung maju ke depan dengan senyum kemenangan .
“ini karanganganmu!”
Dengan kepercayaan diri yang tinggi Buyung berjalan ke depan kelas. Buyung yakin dia akan mendapat nilai yang tinggi. Tapi harapannya itu jauh dari kenyataan. Angka 0 besar tertulis di kanan atas kertas karangannya.
Buyung protes ke Bu guru Upik. Dia teriak-teriak di kelas, tidak terima dengan nilai yang diberikan. Entah mengapa saat ini buyung merasa Buk Upik itu jelek sekali mirip nenek sihir yang bertaring. Pak Kepala Sekolah yang saat itu sedang melihat kejadian itu langsung masuk ke kelas.
“Ada pa ini?”Tanya Pak kepala sekolah.
‘Ini pak, Buyung protes karena saya kasih nilai rendah!”
‘Kenapa Buyung?”
“Saya tidak terima nilai saya jelek pak. Apa yang salah dengan karangan yang saya buat. Saya hanya  membuat karangan liburan ke Bali dengan kereta api? Apa salahnya?”
“Ha??” pak kepala sekolah bingung.
“Karena kamu naik kereta api makanya salah, Karena tidak ada kereta api ke bali, Buyung” Kata Pak kepala sekolah.
“Tapi inikan tugas mengarang pak, makanya saya MENGARANG CERITA” protes buyung lagi.
“????##@ ” Bu guru dan Pak Kepala Sekolah hanya melongo.
Buyung tidak salah , dia memang telah berhasil membuat sebuah karangan , cerita yang benar-benar dikarang.
“Saya rasa tidak salah menambahkan angka 10 didepan angka 0 itu Buk upik??”
“Ya pak,  saya mengerti.” Bu Upik langsung memberikan nilai 100 dikarangan Buyung.
Sebuah senyum kemenangan terukir diwajah tampan Buyung.

SELESAI

          Setelah membaca karangan yang diakhiri  kata “selesai”  itu, Bu Upik hanya geleng-geleng kepala. Ide ceritanya , cara menyampaikan cerita begitu unik dan kreatif. Bagaimana mungkin anak kelas 2 SD bisa menulis karangan seperti ini? Sepertinya anak didiknya ini memang istimewa. Kemudian Bu Upik menulis angka nol besar dikarangan itu. Apa mungkin Buyung akan protes seperti cerita karangan yang dibuatnya..:)

Sunday, February 12, 2012

2 Cerita 2 Cinta


Cerita ini rencananya akan dimulai dengan potongan kalimat  “Pada suatu hari” tapi setelah dipikir-pikir istilah itu sudah sangat umum bahkan mendarah daging dalam dunia persilatan tulis menulis (hehe. Lebay..). Akhirnya diputuskan dengan kata yang tak jauh beda yaitu “Di minggu Pagi yang Indah itu”
Di minggu pagi yang indah itu , hari itu terasa indah bukan karena hari itu hari libur melainkan karena aktifitas pagi yang cukup berbeda dari pagi-pagi biasanya . Jogging di pagi hari menjadi kegiatan yang membuat hari itu lebih istimewa . Apalagi  untuk  mahasiswa yang kadang hampir melupakan arti penting olahraga untuk tubuh yang selalu terporsir didepan layar yang berukuran 14 inc (bisa ditebak sendiri apakah itu TV, laptop , atau malah dua-duanya J).
Mengitari dua putaran taman komplek cukup melelahkan bagi Sang mahasiswa. Mahasiswa itupun langsung memilih kursi yang ada dipojokan taman untuk melepas kepenatannya dan mengganti aktifitas olah raga menjadi olah mata.
Lirik ke kanan-kiri ada sekumpulan anak ABG dan beberapa pasang muda-mudi terlihat menikmati kegitan jogging mereka (mungkin ini hal yang biasa dan bukan sesuatu yang terlalu menarik untuk diceritakan). Tiba-tiba mata Sang mahasiswa menangkap ada sepasang orang tua yang cukup berumur (read kakek nenek) . Mereka berlari kecil . Sang kakek selalu memberikan semangat kepada Sang nenek  lewat teriakannya . Dengan sisa-sisa kekuatannya Sang nenek bisa mengitari taman kompleks  didampingi oleh Sang kakek. 
Sang kakek langsung menyerahkan botol air minum. Seuntai senyum terbentuk di wajah lelah Sang nenek. Nenek itu hanya menggeleng, ia malah menyerahkan botol minum itu kepada Sang kakek. Mungkin dia berharap Sang kakek lah yang pertama kali minum . Apa karena dia pikir Sang kakek lebih lelah darinya karena di sepanjang jalan tadi sang kakek terus berceloteh  menyemangatinya dan tentunya energi Sang kakek lebih banyak terkuras dibanding sang nenek atau Sang nenek memberikan kesempatan umtuk minum pertama kali karena baginya Sang kakek adalah imamnya. Tak ada yang tau  alasan pastinya kecuali Sang nenek.
Sebuah ungkapan cinta yang bisa dilihat dan dirasakan orang lain, Ungkapan cinta yang tulus dari sepasang insan yang telah melewati hidup bersama puluhan tahun lamanya. Sebuah bukti pengukuhan dari janji yang dulu pernah mereka ucapkan. Sebuah masa tua yang ingin dilewati dan diimpikan oleh banyak orang.
Entah mengapa pemandangan itu menjadi menarik bagi sang mahasiswa. Dan ternyata yang mengamati kejadian itu tidak hanya Sang mahasiswa karena seorang bocah laki-laki yang duduk disampingnya juga memperhatikan kakek nenek itu. Sayangnya tatapan Si bocah terlihat sendu . Apa yang dipikirkan anak yang mungkin masih berumur 6 tahun ini?
“Knapa dek?Kok cemberut gitu?”Tanya Sang mahasiswa ,yang ditanya hanya menggeleng lemah tapi matanya tetap ke arah sepasang kakek nenek yang saat ini sedang duduk-duduk santai di bawah pohon jati .
“ Mereka itu kakek nenekmu?” Tanya Si mahasiswa penasaran. Sang bocah menggeleng lagi.
Sang mahasiswa bingung sendiri.
“Kakak punya orang tua?” akhirnya bocah ini mengeluarkan suara juga. Si mahasiswa mengangguk.
“Aku juga punya.” Si bocah bergumam sendiri tanpa diminta.
“ Kakak dan aku  lahir karena ada cinta diantara kedua orang tuakan?”
          Apa maksud pembicaraan anak ini.Dia masih dibawah umur . Cinta yang bagaimana yang dimaksudkannya? Tidak mungkin cinta dalam pengertian nafsu atau hubungan orang dewasa. 
“Maksudnya , dek? “ tanya Si mahasiswa .
“Orang bilang aku dilahirkan karena cinta kedua orang tuaku, aku hidup karena mendapatkan cinta dari mama dan papa.”
“Hmmm…, iya” Mahasiswa itu mengangguk .
“Berarti kalau tidak ada lagi cinta diantara mama dan papa , buat apa lagi aku hidup,  Kak? Kan tidak ada cinta lagi yang bisa mereka bagi!”
“Deg…,” beberapa potong kalimat yang membuat Sang mahasiswa merasa semuanya berhenti bergerak untuk beberapa detik, diam dan dingin. Anak ini tidak sedang berniat mengakhiri hidupnya kan? Atau kata-kata tadi hanya spontanitas keluar dari mulut sang bocah.
“Memang ada apa dengan mama papanya, Dek?”
“Mereka akan bercerai” kata Sang bocah dengan datarnya.
Masih sulit bagi Sang mahasiswa untuk mempercayai bahwa anak seumuran itu bisa berpikir seperti itu , bahkan melahirkan suatu rumusan baku tentang cinta .

Jika  tidak ada cinta diantara kedua orang tua maka tidak akan ada cinta yang dibagi untuknya.
Jika tidak ada cinta untuknya maka untuk apa dia hidup
Karena dia dilahirkan dari cinta.

Apa yang bisa dikatakan kepada anak ini. Rumus baku itu salah. Bahasa apa yang bisa digunaknnnya. Mahasiswa itu terdiam. Anak itu juga terdiam . Mereka sama-sama diam.
“ Dek, menurut kakak , adek memang lahir dari cinta kedua orang tua, dan Allah lah yang memberikan rasa cinta itu, meskipun cinta mama dan papa adek tidak ada lagi , cinta dari Allah itu tetap ada selamanya. Jadi kalau adek Tanya adek hidup untuk apa? Ya… untuk menjaga cinta Allah itu.”
Mahasiswa itupun kemudian menggaruk-garuk kepalanya. Apa bahasanya tadi terlalu tinggi ya?
Sang bocah menatap dalam mata Si mahasiswa mencoba mencari pembenaran dari jawaban mahasiswa itu.
“Cara menjaga cinta allah gimana?”
“Berbakti kepada orang tua dan banyak-banyak berdoa moga cinta diantara mama papa adek bisa tumbuh lagi.” jawab si mahasiswa mantap.
“Ooo.., ya udah , aku pulang dulu , mau berdoa kepada Allah” anak itu langsung berlari menjauhi Sang mahasiswa.
Tiba-tiba sang mahasiswa menepuk jidatnya sendiri. Kenapa dia tidak menanyakan nama anak itu. Perkenalan singkat dengan anak yang namanya belum sempat dikenal tapi memberikan kesan yang sangat mendalam
 Di minggu pagi yang indah itu juga , Sang mahasiswa mendapatkan pelajaran perihal cinta yang berbeda dari generasi yang berbeda dan dengan sudut pandang yang berbeda. Moga doa Sang anak dkabulkan Allah nantinya , hingga anak tadi bisa melihat kedua orang tuanya tetap menjaga cintanya hingga tua seperti kakek nenek tadi.










Friday, February 10, 2012

jabat dan peluklah


jika kalian bertengkar dengan sahabat atau teman kalian , segeralah meminta maaf , jabat tangannya kemudian peluk lah dia, maka semua hal yang mengikat hatimu dan pertengkaran kalian akan gugur yang tercipta hanyalah air mata ketulusan dari persahabatan kalian nantinya.

Thursday, February 9, 2012

Belajar dari Kepolosan Sang Bocah

Kepingan episode ketiga ini , adalah kisah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian tentang anak jalanan (pengamen) untuk skripsinya.
Mahasiswa : “ Dek , udah lama ngamen di Kalibata?”
Si bocah     : ” Udah mbak “
Mahasiwa   : “ Biasanya ngamen dari jam berapa?”
Si bocah     :” Jam sebelasan mbak. Kira – kira sepulang dari sekolahan .”
Mahasiwa   : “ Hebat ya , udah bisa kerja sekaligus sekolah.”
Si bocah     :” Biasa aja mbak.., artis-artis cilik juga kerja sekaligus sekolah kayak kita mbak.”
Mahasiwa   : “Hahaha… “
Si bocah     :”  Tapi saya sering bolos mbak.”
Mahasiwa   : “Knapa  bolos? “
Si bocah     :” Malas, saya gak suka belajar di sekolah,  mending main bola di lapangan dekat kali ciliwung sono.”
Mahasiwa   : “ Lo kok gitu? Ntar gak bisa pintar dunk ?”
Si bocah     :”  Ya.. gak juga mbak. Kan saya juga minum susu sekali-kali. Jadi saya bisa pintar juga.”
Mahasiwa   : “ kata siapa dek?”
Si bocah     :”  kata IKLAN mbak!”
Si mahasiswa benar-benar bingung sendiri. Dia mau bilang apa. Tidak mungkin dia menjelaskan kepada anak yang berumur 8 tahunan itu bahwa itu hanya iklan yang merupakan stratesi pemasaran produk. Perusahan menggunakan taktik itu  agar banyak konsumen yang tertarik mengkonsumsi produk mereka dan perusahaan mendapatkan untung dari penjualannya. Tanpa kita sadari anak-anak telah menjadi korban iklan . sugesti yang diberikan berupa kata- kata persuasif malah mereka salah artikan.
Mahasiwa   : “ Hmm…, !!” ( garuk-garuk kepala)
Si bocah     : ” Knapa mbak?”
Mahasiwa   : “ Iklan yang di TV itu ya dek?”  (pertanyaan yang mestinya tidak dipertanyakan…)
Si bocah     : ” Iya ,mbak?
Mahasiwa   : “Tapi kan , anak yang minum susu di iklan itu gak pernah bolos sekolah ?"
Si bocah     : ” Iya juga ya , berarti biar pintar saya mesti minum susu dan tidak membolos?"

Mahasiswi itu hanya bisa tersenyum. Pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Karena kenyataannya tidak ada rumus baku untuk menjadi pintar.
Si bocah     : ” Mbak kok senyum-senyum aja? Mbak cantik deh kalo senyum. Dah punya cowok belum mbak?"
Mahasiwa   : ???###
Si mahasiswa tersenyum geli mendengarnya. Sepertinya bocah ini tidak hanya KORBAN IKLAN tetapi juga KORBAN SINETRON dan FTV ( Hipotesis nol ) ^;^

Nb;
Istilah ” Tidak semua yang lu denger itu bener” adakalanya mendapat pembenaran. Karena kita perlu memilah dan memperhatikan apa yang disampaikan oleh iklan , sinetron maupun berita. Karena saat ini efek dari arus informasi dan teknologi berdampak besar dalam kehidupan kita.

SURAT TAK BERTUAN


Tersenyumlah kamu Sobat ! Karena sesungguhnya senyumanmu adalah sedekah , bukankah untuk bersedekah dengan uang saja kadang kamu lupa? Setiap pagi itu tersenyumlah dan mulailah dengan hal yang positif ,karena jika kamu memulai hari-harimu dengan energi  negatif, maka hari-harimu akan terasa berat untuk kamu jalani.

“Siapa yang iseng bikin tulisan ini, dasar kurang kerjaan!” Fina langsung meremukkan kertas yang ada digengggamannya .
Baru kali ini dia mendapatkan surat kaleng seperti ini. Saat ini lagi boomingnya paket tanpa pengirim. Meskipun surat sok menasehati seperti ini bukan sesuatu yang akan meledakkan kelas tapi surat itu telah meledakkan amarah Fina. Lagi pula  apa salahnya jika dia cuek dengan sekitar . Orang lain juga tidak peduli dengan apa yang dia lakukan. Jadi tidak salah kalau dia juga berlaku cuek. Kenapa pula dia mesti senyum dan sok ramah dengan orang , nanti malah dikira kecentilan.
“Mending kalo dibilang kecentilan , kalo dibilang gila gimana??” Fina menggerutu sendiri.
“ Fin..” sapaan ringan Melati malah membuat Fina terkejut. Fina langsung memasukkan remukkan kertas tadi kedalam tasnya.
“Kamu tadi.., hmm g jadi deh..!!”
“Apaan ??” teiak Fina.
“kamu kenapa? Gak usah pake teriak kale..!!” Melati heran sendiri dengan sikap sahabatnya.  Fina Cuma mengangkat bahu.
“  dah ngedapetin data inflasi , Fin? “
“Belum.” Jawab Fina singkat.
“Gua juga belum, kalo gitu ke perpus aja nyari bahan tugas timeseries, lu mau gak ?”
“Terserah.”
“ Tapi, senyum dulu donk! Jangan jutek gitu!” melati tersenyum lebar berharap senyumannya akan menular ke sahabatnya.
“Deg..” jantung Fina langsung berdegup kencang. Apa mungkin melati yang menulis surat itu?
“Fin.., are you ok?” melati menggerakkan tangannya didepan Fina.
Tapi kayaknya bukan melati juga. Karena melati orangnya blak-blakan . kalau dia tidak suka sama sesuatu , dia pasti langsung mengatakannya.
“ Fin , yuk jalan.., jangan ngelamun terus ah!” Melati menarik tangan fina keluar kelas.

***
            Fina buru-buru masuk perpustakaan. Pagi ini ada info yang hot yang akan dia sampaikan kepada Melati . Tadi malam Fina tidak sengaja melihat Bram, ketua UKM futsal di kampusnya sedang gandengan tangan dengan anak sma . Berarti gossip kalo bram itu selingkuh bener adanya.
Senyuman Fina berganti dengan kerutan yang berlapis di dahinya. Bukannya Melati yang ditemuinya di perpus  malah sebuah surat kembali ditemukannya dipojokan favorit tempat fina dan melati biasa duduk kalau lagi di perpustakaan.

Ada satu tips ampuh supaya kamu tidak membicarakan orang lain lagi :
Ingat selalu bahwa setiap kamu mulai  menggosip atau membicarakan orang lain berarti kamu sedang mentransfer pahala kamu ke dia. Otomatis saldo pahala kamu berkurangkan? Kamu mau? karena kamu keseringan menggosipkan orang lain , orang itu masuk surga sedangkan kamu menderita di neraka nantinya.

“Cemen banget orang yang bikin surat ini!!  Gak berani ngomong langsung sama gua ??
Fina benar-benar tak habis pikir. Siapa yang mengikutinya dan mengirimi pesan ini? Darimana orang ini tau bahwa dia akan menyampaikan gossip perselingkuhan Bram? Apa mungkin selama ini ada yang menguntitnya dan memata-matainya?
“ Iii…..” Fina bergedik sendiri. Matanya melirik ke seisi perpustakaan. Tidak ada yang aneh. Semuanya terlihat seperti biasa, tidak ada yang mencurigakan.
“Gak penting juga gua ngeladenin surat.“ Fina langsung meremukkan kertas itu dan memasukkannya kedalam tas. Dia tidak mau membuang sampah di perpustakaan. Karena denda membuang sampah di perpustakaan adalah Rp10.000/ item.  Peraturan yang matrealistik menurut fina.
“ Fin..” melati melambaikan tangannya sambil berlari kecil kearah Fina.
“ Fin, tadi dewi bilang, ntar ada kuiz kalkulus, lo dah belajar??”
Fina hanya menggeleng dengan wajah tanpa ekspresi.
“ Lu knapa Fin? Lu sakit?”
Fina kembali menggeleng. Sebenarnya Fina ingin menceritakan tentang bram kepada melati tapi dia teringat dengan isi surat tadi , dia tidak mau masuk neraka . Finapun mengurungkan niatnya.
“Fin.? Mau gua temenin ke rumah sakit?” melati tampak cemas dengan keadaan fina yang tidak biasanya.
“Mel.., gw kemaren..hmm.” hasrat Fina untuk bergosip ria memang sulit untuk dibendung.
“g jadi deh..”
“apaan??” melati semakin penasaran.
“ Gua laper..” jawab Fina sekenanya,
“Ha??? gua kirain lu sakit , ya udah, gua temenin ke kantin .”
“ Maafin gua mel, gua gak  bisa nyeritain gossip ini ke lu, karena gua  belum siap masuk neraka” Fina berbisik sendiri di dalam hati. Sepertinya tips surat itu ampuh juga.

Belajar lagi dari kepolosan mereka

Terkadang dalam menghadapi masalah atau situasi rumit , seseorang dituntut untuk dewasa , tapi sebenarnya takaran kedewasaan itu sendiri tidak memiliki batas dan ukuran yang jelas. Ketika menghadapi masalah , orang dewasa malah berpikir telalu banyak, berteori terlalu banyak dan melakukan estimasi yang terlalu jauh , tapi mereka lama untuk langsung bertindak  menyelesaikan masalah itu . Bahkan terkadang  pikiran mereka sendiri yang membuat masalah sederhana menjadi rumit.
Lain halnya dengan anak-anak , ketika mereka menghadapi masalah,  mereka tidak terlalu memikirkan efek masalah itu, mereka hanya berpikir dan langsung menyelesaikan masalah itu. Anak-anak selalu menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri , dengan menjadikan masalah itu sederhana dan menyelesaikannya dengan  cara yang sederhana pula.

Misalnya :
Ketika seseorang bertengkar dengan teman sejawatnya (orang dewasa) , maka ia akan sulit sekali memaafkan temannya, terlalu banyak yang dipikirkannya , kekesalan kepada temannya semakin bertambah karena dia bermain dengan pikirannya yang selalu mengingat-ngingat kesalahan temannya ,dia merasa selalu tersakiti karena keegoisan temannya padahal selama ini dia telah baik kepada temannya, dia selalu membantu dan percaya kepada temannya. Dan akhirnya pikiran itu sendiri yang menyakiti hatinya. Untuk memaafkan dan untuk mengerti bahwa tiap orang itu pasti pernah salah sangat sulit baginya. Butuh waktu yang lama untuk membuat kedua orang yang saling berteman ini untuk  kembali berbaikan dan menjalin silaturahmi.
Beda halnya dengan anak-anak , ketika mereka bertengkar karena sesuatu hal, misalnya A mencakar wajah B ketika bermain robot-robotan karena A  tidak mau meminjamkan robotnya kepada B , maka si B pun menangis dan melawan si A. keesokan harinya kita akan kembali melihat si A dan si B bermain bersama , karena si A memiliki sepeda baru dan mengajak B untuk bermain bersama. Kapan mereka memulai pertengkaran dan kapan mereka mengakhiri pertengkaran tidak ada yang tau. Mereka kembali berteman tanpa harus berpikir beratnya untuk memaafkan dan beratnya untuk meminta maaf. Cara yang mereka tempuh untuk  menghentikan pertingkaian mereka sederhana sekali . Mereka hanya melewatinya dan melupakan perkelahian kemaren. Mereka tidak sadar bahwa sebenarnya mereka telah meminta maaf dan memaafkan secara tidak langsung, mereka telah menyelesaikan masalah dengan sederhana . mereka mengajarkan arti keikhlasan dan kesucian jiwa.

Kesimpulannya , tidak  ada salahnya kita belajar dari anak-anak dalam menyelesaikan pertikaian atau masalah lainnya. Kadang masalah itu terasa berat karena kita sendiri yang memikirkan masalah itu dengan rumit. Ketika kita memandangnya dengan sederhana maka masalah itu akan cepat teratasi.;)