Pages

Saturday, December 29, 2012

Anak STIS ya??


Tidak pernah membayangkan bahwa akan merindukan kampus kecil di otista, kampus yang minim pohon, wajar aja seh, namanya juga kampus di tengah kota, emang rada susah ada area pepohonan kecuali kalau STIS ada diluar atau pinggiran kota mungkin bakal dipenuhi pepohonan. Kangen make seragam biru-biru. Kayaknya seragam itu membuat kita lebih leluasa untuk berkeliaran di kampus dan kantor BPS RI. Seolah-olah itu adalah baju anti malu. Haha..maksudnya baju yang meningkatkan kepercayaan diri untuk berkeliaran di instansi yang menyediakan data untuk pembangunan negri..#aseekk..
Sayangnya status yang saat ini berada di zona abu-abu (disebut mahasiswa udah gak lagi, dibilang udah kerja di bps juga belum) masih dalam penantian yang berujung pada kepasrahan. Zona yang sebenarnya nyaman tapi tidak untuk waktu yang lama. Jadi untuk saat ini penulis akan berbagi cerita tentang pengalamannya dan teman-temannya ataupun ocehan-ocehan “mantan” maahasiswa STIS yang sedikit geje.

Story 1:
X : “Anak STIS ya?”
Y : “Bukan dunk, kan udah alumni. Hehe..”
X : “Ooo…, kalau begitu udah kerja di BPS dunk??”
Y : “Hmm….. “(Krik-krik)!! “Belum… “#makjleb banget.
(Nasib pengangguran terbuka dalam masa penantian untuk mengabdi kepada Negara, haha…)

Story 2:
Percakapan ini terjadi diantara mahasiswa tingkat 2 STIS dengan murid SMA kelas 2.
Murid SMA: “Kuliah d STIS ya kak? Pintar matematika dan statistik dunk.”
Mahasiswa STIS: “ Hehe biasa aja dek. Tapi emang mata kuliahnya seputar itu.”
Murid SMA: “Berarti belajar integral dunk?”
Mahasiswa STIS : “Iya , bahkan integralnya tiga!”(Bukan bermaksud menyombong J)
Murid SMA: “ Waw.. hebat. Kalau gitu, kakak bisa bantuin aku nyeleseiin PR integral ini kan! (menunjukkan tugas sekolahnya)
Murid SMA: “Gampang kan kak Cuma satu integral.!
Mahasiswa STIS:……….(garuk-garuk kepala) . #krik krik lupa caranya.. saking sederhananya.
Mahasiswa STIS:”Kakak coba dulu ya..”

*Kadang kita terlalu mendalami sesuatu itu begitu rumit dan sulit sehingga kita terkadang melupakan cara berpikir yang sederhana.*
Story 3:
Nah ini pengalaman langsung si penulis. Pengalaman yang terjadi selagi liburan dirumah.
D: “Kuliah Di STIS yah?? Wah hebat dunk statistiknya.”
S: “Gak, biasa aja kok!”
D: “Statistik Itu mata kuliah yang paling susah menurut gue, mending gue gak ngambil mata kuliah itu. Padahal ujiannya open book. Tapi pas bikin TA gue tinggal bayar orang 100rb untuk nyelesaiin data skripsi gue.”
S: “Wahh.. murah banget jasa konsultan statistiknya. Itu udah termasuk honor ke lapangan?”
D : “Gak pake ke lapangan, dia tinggal ngarang sendiri. Dan seminggu kemudian gue terima beres aja.”
S : Ha??? #Makjlebb.
        (Asem.., gue pusing-pusing mikirin metodologi, design sampel, teknik sampling, sampling error, design kuesioner, run data. Enak banget neh orang ngomong dia ngarang data. Gemesss…! Pantesan aja data yang ada di Indonesia sulit dipercaya, mereka gak ngerasaain susahnya ngedapetin data sih…Oh poor me)








Monday, December 17, 2012

Pekerjaan Utama??


Ngajar privat adalah salah satu ajang untuk menambah income sekaligus merefreshingkan diri dari kegiatan harian yang sedikit menjenuhkan seperti kuliah ataupun kerja. Dari ocehan dan celotehan anak-anak yang polos banyak pelajaran dan pendidikan yang mereka ajarkan kepada kita (Orang-orang yang mengaku dalam taraf dewasa) yang kadang terlupakan oleh kita. Misalnya seperti cerita ini:
Di sore yang tidak bisa dikatakan cerah, seorang guru privat bercengkrama tentang masa depan kepada 3 orang anak ajarnya,
Guru privat:  Ina, nanti kalau udah gede, pingin jadi apa?
Ina: Jadi dokter ,Kak.
Guru privat:  Knapa?
Guru privat:  Kata Mama, kalau jadi dokter nanti bisa punya duit banyak dan bisa beli apa aja yang kita mau.
Guru privat:  hehe.. bagus. (ternyata dari kecil anak-anak sudah diajarkan untuk berpikir “mendekati matrealistis”). Kalau Intan cita-citanya apa?
Intan: Intan mau jadi pekerja kantoran. Nanti intan bisa pakai baju yang bagus dan modis kayak di TV-TV.
Guru privat:  haha.., ada ada aja. Nah.., kalau  Sari mau jadi apa?
Sari diam sejenak. Sepertinya dia bingung mesti jawab apa.
Guru privat: Sari???
Sari : Sari mau jadi ibu rumah tangga yang baik seperti mama, yang punya kerjaan sampingan.
Guru privat:  Memang kerjaan sampingannya apa? #penasaran
Sari : Kerjaan sampingannya adalah pekerjaan utama yang disebutin teman-teman tadi. Misalnya dokter, pengacara, atau guru. Yang penting pekerjaan utama aku jadi ibu yang baik. #Polos.
Ina, Intan dan Guru privat melongo. Entah mengapa dia sangat terpesona dengan jawaban sang murid yang satu ini. Jawaban yng unik. Jawaban dari sari membuat Guru Privat terdiam. Anak sekecil ini sudah tau prioritas utama posisi seorang wanita yang sebenarnya antara karier dan keluarga.  Anak yang hebat.

Monday, December 10, 2012

Skenario Untuk Sang Penipu.

Tiba-tiba kepikiran untuk membuat tulisan ini gara-gara beberapa hari yang lalu penulis mendapatkan telpon yang katanya dari kepolisian antah berantah (Sang penipu), yang menginformasikan bahwa salah seorang saudara laki-laki penulis kedapatan menggunakan narkoba, dan jika ingin saudaranya aman maka penulis harus membayarkan sejumlah uang kepada polisi gadungan alias penipu tersebut. Modus penipuan yang lumayan menjadi trend untuk tahun ini.  Sebelumnya penulis sudah pernah mendengar pengalaman serupa dari beberapa orang temannya tapi dia tidak menyangka bahwa hal yang sama juga terjadi pada dirinya.
Awalnya kesel juga mendapat telpon dari orang yang sedang mencari sesuap nasi dan segenggam uang dengan cara menipu. Gara-gara mendapat telpon aneh ke telpon rumah di jam 12 malam itu, Si penulis malah tidak bisa tidur dengan adiknya. Gak bisa tidur bukan karena kesel dengan telpon melainkan karena mereka malah sibuk membuat lelucon skenario untuk menghadapi para penipu itu.

Skenario pertama:
Kring..Kring…
Smart People: Hallo, Asslamualaikum.
Penipu 1: huhu..huhuhu… mama tolong saya!!Huhu..huhu (Suara cowok menangis merengek-rengek gak jelas..)
Smart People: Ini siapa??
Di seberang telpon langsung diambil alih oleh penipu 2 yang punya suara berat.
Penipu 2: Kami dari kepolisian. Apakah anda punya seorang putra?
Smart People: ya..!
Penipu 2: ini dengan ibuk siapa?
Smart People:  Ibuk Smart. Ada apa ya Pak?
Penipu 2: Nama anak ibuk siapa?
Smart People: Tommy . Ada apa seh sebenarnya pak?
Penipu 2: Begini ibu,anak ibu saat ini ditahan karena kasus narkoba.
Smart People: apa?? (pura-pura terkejut)
Penipu 2: Jadi ibuk ingin ini diproses secara hukum atau secara damai?
Smart People: Tapi sebelumnya saya mau tau pak? Ciri-ciri fisik anak saya gimana?
Penipu 2: Anak ibu sawo matang, rambutnya lurus.
Smart People: Pak.., anak saya itu gendut,item,rambutnya ikal dan dia saat ini sedang tidur di kamar. Umur anak saya baru 16 bulan.
Penipu 2: Ha??Teeeett……….. (sambungan diputus).
Smart People: haha… #puas

Atau dalam menghadapi penipuan ini bisa gunakan scenario versi kedua. Dengan percakapan dalam durasi yang lebih panjang lagi.
Skenario kedua:
Kring..Kring…
Orang pinter: Hallo, Asslamualaikum.
Penipu 1: huhu..huhuhu… mama tolong saya!!Huhu..huhu (Suara cowok menangis merengek-rengek gak jelas..)
Orang pinter: Ini siapa??
Di seberang telpon langsung diambil alih oleh penipu 2 yang punya suara berat.
Penipu 2: Kami dari kepolisian. Apakah anda punya seorang putra?
Orang pinter: ya..!
Penipu 2: ini dengan ibuk siapa?
Orang pinter:  Ibuk Pinter. Ada apa ya Pak?
Penipu 2: Nama anak ibuk siapa?
Orang pinter: donny . Ada apa seh sebenarnya pak?
Penipu 2: Jawab saja dulu buk, umurnya berapa tahun?
Orang pinter: 20 Tahun.
Penipu 2: Begini ibu,anak ibu saat ini ditahan karena kasus narkoba.
Orang pinter: Apa?? (pura-pura terkejut)
Penipu 2: Jadi ibuk ingin ini diproses secara hukum atau secara damai?
Orang pinter: secara damai aja pak. Apa yang harus saya lakukan?
Penipu 2: Kalau begitu ibuk harus mentransfer 10 juta ke rekening saya agar anak ibu bebas dari tuntutan hukum.
Orang pinter: Baik pak, saya akan melakukan apapun untuk putra semata wayang saya. Saya akan menyerahkan uang berapapun yang bapak mintak. Saya punya toko emas, saya supplier pertamina, saya punya bisnis property dan perkebunan sawit. Uang bukan masalh bagi saya!(memamerkan kekayaan semu)
Penipu 2: Baiklah anak ibuk akan kami lepaskan malam ini juga  jika ibu bisa mentransfer 15 juta ke rekening ini..!!
Orang pinter: Baiklah akan saya upayakan, tapi sebelumnya saya mau tanya? Apakah bapak yakin itu donny anak saya? Dia tinggi , putih dan sedikit gemuk?
Penipu 2: Iya, benar. Ini adalah donny.
Orang pinter: Bapak yakin??Bisa dicek pak, apakah saat ini dia menapak di atas tanah??
Penipu 2: Iya, maksud Ibuk apa? Jangan bertele-tele!!
Orang pinter: Anak saya sudah meninggal 2 tahun yang lalu. L
Penipu 2:????? #Kabur…
Atau skenario ketiga.
Orang bejo: Hallo, Asslamualaikum.
Penipu 1: huhu..huhuhu… mama tolong saya!!Huhu..huhu (Suara cowok menangis merengek-rengek gak jelas..)
Orang bejo: Ini siapa??
Di seberang telpon langsung diambil alih oleh penipu 2 yang punya suara berat.
Penipu 2: Kami dari kepolisian. Apakah anda punya seorang putra?
Orang bejo: …..(diam)
Penipu 2: IBuk bisa dengar suara saya? ini dengan ibuk siapa?
Orang bejo:  ……..(tetap diam)
Penipu 2: Ibuk, kami dari kepolisian , putra ibuk saat ini ditahan karena kasus narkoba!
Orang bejo: Beneran ne dari kepolisian?? Bukan dari acara TV “Upp Sa**h”?? Tolong pak, saya belum siap masuk TV Pak.. J
Penipu 2: Ibuk!! (sedikit membentak). Kami serius. Anak ibuk sedang dalam masalah besar. Ibu mau anak ibuk masuk penjara atau mau diselesaikan dengan cara damai??
Orang bejo: Bapak saya tahu, tingkat pengangguran di indonesia saat ini cukup tinggi, inflasi juga. Pekerjaan sulit untuk didapatkan tapi Bukan berarti bapak bisa mencari uang dengan cara penipuan begini pak. Uang haram yang bapak beri kepada keluarga bapak itu melekat pada darah dan daging mereka.
Penipu 2: Ibuk,jangan bertele-tele ya. (Penipu2 masih aja ngotot).  ini kasus hidup dan mati anak Ibuk. Narkoba itu masalah besar lo Buk!Bukan main-main.
Orang bejo: Bapak saya tahu narkoba itu masalah besar. Masalahnya saya itu masih kuliah dan tidak memiliki anak. Baik laki-laki maupun perempuan. Jadi???
Penipu 2:…………. (Diam)
Orang bejo: Ada masalah lagi pak?
Penipu 2:…………. (masih diam)
Orang bejo: Hallo, Asslamualaikum.!!#senyum kemenangan.
Atau scenario ke4 yaitu cukup sederhana langsung matikan telpon anda ketika mendapatkan telpon dengan modus penipuan seperti ini.  Bicara tentang modus penipuan yang serupa. Ada kasus yang mirip. Yaitu penipu akan menelpon dan memberitakan bahwa anak atau salah seorang saudara kita mengalami kecelakaan dan saat ini di rumah sakit dan dia mengaku sebagai orang yang menolong saudara kita. Untuk penanggulangannya butuh biaya besar yang harus segera dibayarkan dan harus di transfer. Memang ada kemungkinan saudara kita mengalami musibah tapi alangkah bijaknya jika kita tetap tenang dan upayakan untuk menelpon saudara kita tersebut terlebih dahulu.Intinya Tetap Tenang ketika menghadapi situasi seperti ini. Jangan terpancing emosi.!