Pages

Wednesday, June 12, 2013

Ada Apa Dengan Naik Gunung??

Kenapa Naik Gunung itu kata orang capek. Dan kata orang itu benar lho.
Bayangin aja, kita melewati rute yang panjang, mendaki medan yang menantang, nafas ngos-ngosan. Tapi percayalah rasa capek itu akan terbayar ketika kita mendapatkan bonus tambahan ketika mendaki gunung yaitu puncak dan sun rise. Bayangkan juga ketika kita berada ditengah-tengah hamparan bunga edelweis. Bunga yang gak akan pernah tumbuh di halaman rumah kita.hehe.., dan ketika kita berada dipuncak seakan kita sedang berada di negri di atas awan.
Naik gunung itu kata orang ribet ngurus persiapannya. Dan kata orang itu benar adanya.
Maklum aja, di alam nanti gak kayak ditengah kota. Kalau mau makan gak ada restoran mesti masak sendiri, kalau mau tidur, gak ada penginapan, so bikin tenda sendiri. Bawa perlengkapan pribadi termasuk beberapa perlengkapan yang membantu kita untuk survive nantinya.
Naik gunung itu kata orang gak terjamin makannya, kebersihannya, dan keamanannya. Dan kata orang itu tidak salah.
Wajar aja gak terjamin makannya, karena rata-rata makanan yang menjadi sahabat setia para pendaki adalah mie instan. Dan kenikmatan makan mie instan di gunung beda lo ketika di rumah. Saya jamin lebih enak ketika di gunung, Tapi saya dan beberapa orang teman belibis sangat menikmati waktu masak memasak dan makan ketika naik gunung. Kami sangat memanjakan perut ini untuk pemenuhan gizi. Dengan senang hati kami akan memasak sup, tempe balado,roti bakar de el el ketika di atas gunung. Bahkan kami pernah membawa rendang juga. Hoho… dan tidak ketinggalan dessert buah-buahan dan nutrijel. Hehe.. rempong juga ya kita J
Kalau kebersihannya memang sedikit kurang, karena kita memang akan bersahabat dengan yang namanya tanah. Tapi untuk masalah yang satu ini kan sudah diatasi oleh tissue dan hand sanitizer. So.. gak masalah kan?? Nah.., kalau urusan keamanan memang sedikit rawan. Kita tidak pernah tahu bahwa nyawa kita bisa saja terancam oleh binatang buas (ular,harimau atau babi hutan) atau medan yang tidak menguntungkan. Tapi percayalah, kalau niat kita baik maka keadaan akan baik-baik saja. Tetap positive thinking aja.

Tapi entah kenapa saya tidak mempedulikan kata orang-orang itu, karena dari pengalaman saya pribadi. Naik gunung itu kegiatan yang melelahkan memang iya tapi lelah raga aja. Karena pada nyatanya hati ini menikmati kelelahan yang ada dan selalu berbahagia dengan yang saya lewati dalam perjalanan. Banyak hal yang kita dapat ketika naik gunung. Tentang arti kesetiakawanan, tolong menolong, kepemimpinan dan ketenangan dalam menghadapi situasi yang jauh dari kenyamanan dan keserba instan. Dan yang utama adalah akan semakin banyak nikmat Allah yang kita rasakan selama perjalanan.
# Jika tak ada jiwa bersyukur pada diri, sekembali kita dari gunung, maka sadarilah saat itu kita gagal mendaki gunung. Karena sebenarnya gunung kesombongan yang di dalam diri sendiri masih belum bisa kita takluk kan sendiri.
# INGAT!! Kita naik gunung adalah untuk kembali ke rumah dengan selamat, sedangkan puncak dan sunrise hanyalah bonusnya.
# Dan sedikit alasan simple saya naik gunung adalah, Siapa tahu ketika sholat digunung yang berada beribu meter diatas permukaan laut, yang semakin dekat dengan langit, dan kemudian saya berdoa maka penghuni langit akan cepat menjabah doa’ saya (Haha.., maunya). Karena jarak antara tempat kita menyampai kan doa lebih dekat dibanding kita berdoa di rumah. Haha.. alasan yang tidak logis memang, tapi memang begitulah adanya.
(Tulisan yang lahir karena Si empunya blog gak jadi ke semeru. Hehe.. lebih tepatnya pendakian yang tertunda untuk tahun 2013 ini J ).


No comments:

Post a Comment