Pages

Sunday, May 19, 2013

Lets Start Study..!!


Ada yang hilang beberapa pekan ini. Apa itu?? Yupp.., kekonsistenan diri untuk membuat tulisan di blog ini. Mungkin karena Si empunya blog beberapa minggu ini cukup banyak kerjaan. Sebenarnya, dibilang sibuk juga enggak, tapi kerjaan tetap aja gak habis-habisnya. Habis satu ada kerjaan yang lain. Dan Alhamdulillah untuk itu semua. Karena Allah masih memberikan kesempatan untuk beraktivitas positif dalam hidup ini (Hebat.., bersyukur selalu!!! Moga si empunya blog selalu menjadi insane bersyukur). Masih banyak orang yang ingin bekerja tapi tidak bisa bekerja, karena belum ada kesempatan, belum ada pekerjaan, atau memang sedang tidak sehat.
Untuk mengawali tulisan di bulan mei ini, bulan penuh dengan kemungkinan…hehe.. maklum namanya aja may be..”mungkin” tho artinya kalau di translate. Haha.. tulisan yang tidak ada hubungannya.
OK.., Kali ini saya akan berbagi tentang salah satu ceramah yusuf Mansur lagi. Kalau ada yang nanya, “Knapa ceramah Yusuf Mansur melulu???”. Jawaban saya sederhana. MasBuLo?? Masalah Buat Lo?? Hehe… kagak seh.., sebenarnya apa aja bakal saya share kalau itu berisi pesan-pesan kebaikan nan menginspirasi. Dan salah satunya itu ya ceramah dari beliau.
Lets.. cek ki dot…
        Asslamua’laikum Wr.Wb
        Al mulk ayat 10 menjelaskan penyesalan orang-orang yang masuk ke dalam neraka Allah, orang-orang yang runtuh usahanya, rusak rumah tangganya, hilang kekayaannya.  
        Al mulk ayat 11 menjelaskan pengakuan dosa mereka tapi mereka telah terlambat karena mereka telah menjadi penghuni neraka. Memang penyesalan itu datangnya belakangan. Tapi itu masih “Alhamdulillah” ketika penyesalan itu dating ketika kita masih di dunia dan kita segera bertobat.
Ada sebuah cuplikan pembicaraan dalam rumah tangga:
Istri: “Sudahlah  proyeknya gak usah direkayasa, yang lempeng-lempeng aja.”
Suami: “Kalau gak rekayasa gak bisa kita dapat proyek nantinya.”
Istri: “Tapi gimana ya Yah.., rumah kita udah cukup,walaupun kamarnya juga baru satu, kamar mandinya satu dan kebutuhan sehari-hari masih bisa dibeli, lagi pula anak kita juga baru satu. Ini sudah cukup kok Yah.”
Suami: “Gak bisa ma, kita harus berpikiran maju.”
Istri: “Iya, kita harus maju tapi caranya gak kayak gitu, kita bisa nambah ibadah tahajud dan dhuha.”
Akhirnya dia malah minjam duit kanan kiri untuk menggoal kan proyeknya. Jadinya malah rumah yang satu-satunya dan merupakan milik sendiri menjadi lebih kecil dan itupun berstatus ngontrak.
Oleh karena itu, dalam rumah tangga itu harus ada indicator minimal yang harus dipelajari oleh anak, orang tua, suami dan istri. Agar senantiasa menjadi keluarga yang dekat dengan Allah SWT.
Apa itu??
·         Jangan sampai mereka gak bisa baca alquran. Malu dunk ngaku islam tapi gak bisa baca Alquran
·         Tau 20 sifat Allah dan Asmaul Husna. Walaupun gak hafal, minimal paham lah.
·         Sirah Nabawiyah. Sejarah Nabi Muhammad SAW.
·         Fiqih ibadah (Thaharah, wudhu, sholat, sholat sunat, dan sholat jenazah, de el el juga)
·         Fiqih muamalah (berdagang,haram dan halal de el el).
·         Minimal tau 40 hadist.
·         Fiqih perempuan
Mempelajari dan paham ini semua bukan lagi kerjaan anak madrasah. Karena setiap orang yang mengaku muslim memang harus tahu dan paham. Ini semua PR untuk kita. Untuk orang tua–orang tua, jangan sampai lupa untuk mengajarkan ini kepada anaknya. Jangan sampai anak tidak tahu cara berwudhu karena orang tuanya tidak pernah mengajari. Jangan sampai anak tidak bisa membaca alquran karena tidak diajarkan. Tidak ada yang tidak mungkin. Huruf hijaiyah yang hanya 28 itu bisa diajarkan satu huruf per harinya. Dalam sebulan si anak bisa membaca huruf hijaiyah yang menjadi dasar baca alquran. Asalkan orang tua bisa meluangkan waktunya untuk anak.(hehe… dapat motivasi untuk jadi orang tua yang baik dan cerdas ne..:) )
Jangan sampai nanti di akhirat anak-anak itu menuntut dan menyalahkan orang tuanya. Dan akhirnya kita sebagai orang tua malah masuk ke pintu neraka bukannya pintu surga.
# jadi ingat dengan ilmu-ilmu yang dipelajari di MtSN padang panjang dulu.., juga ilmu ketika belajar IMTAQ di asrama SMANSA padang panjang. Aku bersyukur tumbuh dilingkungan yang bernuansa islami. Lingkungan yang menjadikan akhlaqul karimah dan pengetahuan agama sebagai landasan modal untuk terjun ke lingkungan masyarakat.
# Saatnya kembali mereview pengetahuan agama yang mungkin di otak kita saat ini berada d arsip arsip paling belakang. Karena ibadah tanpa ilmu saja tidak cukup. Mestinya ibadah tetap jalan dan pembelajaran juga tetap jalan.
SEMANGAT…..!!!

No comments:

Post a Comment