Pages

Tuesday, July 16, 2013

Hidup itu Singkat



Ketika seseorang dilahirkan ke muka bumi, fitrahnya orang tersebut akan diazankan dan ketika orang tersebut meninggal maka dia akan disholatkan. Semuanya sesuai dengan aturan dan perintah Allah SWT, dan semuanya itu bukanlah tanpa makna. Skenario kehidupan seseorang, meskipun beratus bahkan beribu potongan episode, tetap saja waktu seorang untuk hidup itu sangat singkat, hanya antara azan dan sholat. Meskipun umur seseorang bertambah dari waktu ke waktu, sebenarnya kesempatan kita berkurang dimuka bumi ini dan langkah kita akan semakin dekat dengan kematian.
Tetapi meskipun manusia itu sadar bahwa hidup di dunia ini bersifat sementara, nyatanya waktu yang mereka habiskan untuk mencintai dunia lebih banyak ketimbang mencintai akhirat. Mereka lebih disibukkan dengan investasi “masa depan” ketimbang investasi untuk “masa kekal”. Dan hanya sebagian kecil dari umat manusia yang menggenggam dunia ditangannya dan Allah SWT di hatinya.
Tetapi meskipun manusia itu sadar bahwa hidup di dunia ini bersifat sementara, nyatanya masih banyak yang menghabiskan waktunya untuk membenci orang lain, dendam dan iri kepada orang lain, membiarkan diri untuk mengingat kesalahan-kesalahan orang lain dan sibuk membenarkan asumsi pribadi yang banyak didominasi prasangka negatif. Padahal hidup ini terlalu singkat untuk dilalui dengan hal negative dan prasangka yang menghancurkan pahala ibadah manusia.
Tetapi meskipun manusia itu sadar bahwa hidup di dunia ini bersifat sementara, nyatanya masih banyak yang menghabiskan waktunya untuk mengingat kesalahan masa lalu dan lupa bahwa Allah akan menjanjikan yang terbaik kepada umatnya bagi umatnya yang mau berusaha, bersabar dan bersyukur.
Jadi.., hidup itu singkat. Dan bila nyatanya kita masih menjadi bagian dari kebanyakan umat manusia itu maka saatnya kita isi hidup ini dengan hal positif yang mendekatkan kita kepadaNya. Innasholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil alaminn..

No comments:

Post a Comment