Pages

Tuesday, November 27, 2012

Mimpi dan Impian



Kubiarkan tangan ini menari indah pada tombol qwerty yang melahirkan sebuah prosa yang mendekati puisi…!!
Kamu tidak harus selalu berada di kurva normal
Kamu tidak harus selalu berada di kurva normal 
Perlu pembeda pada dirimu, jangan hanya hidup sekedarnya saja
Sekedar bahagia untuk diri sendiri
Sekedar memiliki materi untuk diri sendiri dan keluarga
Sekedar bersenang-senang untuk kepuasan
Sekedar menjalani hidup layaknya kebanyakan orang

Kamu tidak harus selalu berada di kurva normal 
Jika kamu hanya diam dan menyesal
maka itu hanya akan menjadi bagian kecil dari perjalanan hidupmu
Kamu akan rapuh dan tak berbentuk      
Semua akan sia-sia
Hidupmu bukannya tak bernyawa
tapi nyawa itu sendiri yang tak membangkitkan raga.

Kamu tidak harus selalu berada di kurva normal 
Coba pikirkan tentang impian yang saat ini tertunda.
Kamu tidak akan bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan
Kamu tidak akan mencapai apa yang kamu bayangkan.
ada banyak mimpi dan impian yang harus kamu wujudkan!!

Setelah mengetik kata mimpi dan impian, Tiba-tiba saja teringat dengan kata-kata seorang teman. kira-kira bunyi pesannya:

Terkadang impian seseorang baru terwujud setelah mewujudkan impian  orang lain dan adakalanya seseorang mematikan impian orang lain untuk mewujudkan impiannya.  Karena hidup adalah pilihan!! maka alangkah bijaknya jika kamu menjadi orang mewujudkan impian orang lain sebelum atau sesudah impianmu terwujud. Karena hakikat dalam pencapaian hidup yang sebenarnya adalah berbagi.

#Introspeksi Diri#







Tuesday, November 6, 2012

Balada Si Pengemis Tua



Jakarta adalah kota metropolitan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Bukti rilnya bisa dilihat, dalam setahun berpuluh-puluh mall baru yang dibangun. Setiap mall yang baru dibuka, pasti selalu ada kostumernya. Gak pernah sepi. Kota padat penduduk ini tidak hanya terkenal dengan gemerlapnya hiburan tapi juga terkenal dengan banjir dan kemacetan. Jakarta menjadi kota yang menjanjikan untuk mencari pundi-pundi uang. Jadi wajar saja banyak orang “kaya” di Jakarta dan banyak juga orang yang “tidak mampu”.
Nah.., kalau pengemis itu termasuk yang mana ya??  Orang mampu atau tidak mampu atau cukup mampu. Setiap orang mempunyai jawaban sendiri-sendiri kan?? Belajar dari pengalaman, menurut saya sebagian orang dari pengamen atau pengemis di Jakarta sebenarnya bisa di kategorikan ke dalam golongan cukup mampu atau malah golongan yang berkecukupan.
Beberapa bulan yang lalu, iseng-iseng sendirian nyari bacaan ke Gramedia Matraman. Niatnya sih siapa tau ada acara “iseng-iseng berhadiah di sana”. Ternyata harapan tinggallah harapan. Setelah merasakan suhu ruangan yang adem ayem dari jam 1 sampai jam 4 sore. Saya pun memutuskan untuk pulang ke singasana kosan.
Berjalan kearah halte busway yang ada di depan gramedia, menapaki satu per satu anak tangga di jembatan busway. Hingga akhirnya mata ini menangkap seorang bapak-bapak paruh baya yang sangat renta rupanya. Tiba-tiba teringat ayah di rumah. Sangat menyedihkan nasib bapak tua ini. Dengan senang hati lembaran X ribuan dari dompet berpindah ke kaleng yang ada di hadapan bapak tua itu.